Saudara (kah)?
06 Feb 2012 2 Comments
Tiada sahabat, tiada kekasih, semua pergi dan tiada teman cerita lagi. Ingin cerita ini –> Dalam hati yang sepi tiada guna keramaian, ternyata semua canda tawanya mereka hanya sebuah kemunafikan. Kemunafikan yang tak terlihat sampai diperlihatkan. Semua jelas sudah tentang dia, mereka….
Saudara, tapi kenapa harus begitu menyedihkan caramu menilai kami. Bahkan orang yang baru saja kenal tidak semenyedihkan itu dalam menilai. Apa daya semua terjadi, tetap ucapan takkan bisa ditarik kembali. Hati terlanjur tersakiti dengan kata-katamu.
Mungkin ini nasib dari keluarga yg ditinggal ayah. Nasib seorang anak pertama yang harus berjuang sendiri dalam pergumulan hidup dalam mempertahankan kebahagiaan keluarga. Yah….hanya kebahagiaan yang bisa aku pertahankan, i have nothing to give.
Suatu saat aku harap yang terbaik akan terjadi dan kau akan menyesal dengan semua pendapatmu tentang kami.

Opinion