Selamat jalan Pa

25 November 2010 ± pukul 13.00 Wib papa dipanggil Tuhan. Pa kalau aku kangen papa aku harus cari dimana pa? T.T Aku masih belum siap dengan ini semua, karena semua sangat tiba-tiba, aku ga pernah nyangka akan secepat ini. Di blogku banyak cerita tentang papa, tapi tidak pernah cerita tentang kebaikanmu semasa hidup, malah tentang kebencianku ama papa. Kenapa saat papa pergi baru aku sadar kalau aku sayang papa, kenapa pa? Banyak penyesalan yang aku rasa, aku benar-benar kehilangan dan rasanya sampai sekarang ini hanya mimpi buruk, tetapi tiap aku bangun pagi aku sadar ini kenyataan pahit yang harus aku hadapi. Ini berat buatku, sangat berat.

Setelah papa masuk ruang ICU di Rumkit Tentara Siantar, siangnya papa di rujuk ke Rumkit PH Medan, sampai Medan jam 3 sore, papa masuk IGD dan setelah itu masuk kamar biasa. Malamnya papa merasa sesak lagi dan bilang ke aku supaya perawatnya datang dan memasang oksigen. Aku pun mencari perawat dan bilang agar oksigen papaku dipasang, namun tabung oksigennya lama sekali baru diantar sekitar sejam, itupun oksigennya tidak langsung dipasang ama mereka malah perawatnya bilang “lho…Bapak ini kayaknya nyenyak kok tidurnya, ga usah pasang oksigen ya, karena masih banyak pasien yang lebih butuh oksigen dan kita sedang kekurangan oksigen, kalau mau…masuk ICU saja”. Wajar papa tertidur, karena hampir sejam dia menahan sakitnya hanya untuk menunggu oksigen dan akhirnya kelelahan, tapi bukan berarti papa tidak butuh oksigen kan? Hellow…..bukankah kalian tahu apa yang sangat di butuhkan orang yang mengidap penyakit penyempitan pembuluh darah jantung? OKSIGEN….

Arghh…..aku benci sekali dengan mereka, tapi apa yang harus aku bilang, apa yang harus aku perbuat, papa pun pasti tidak menginginkan aku anarkis terhadap mereka, Tuhan pun tidak… Semua sudah terjadi, tapi sangat cepat dan tiba-tiba sekali, hanya seminggu papa di RS. Belum siap, sungguh belum siap Tuhan, bahkan papa gada bilang apa-apa, gada kata-kata terakhir dari papa untuk kami semua. Tragis dan sangat menyedihkan, aku pun belum sempat minta maaf pa untuk semua perbuatanku di masa hidupmu, dan aku belum sempat membelikanmu sesuatu yang sangat kau harapkan kuberikan padamu pa… Kenapa papa ga nunggu sebentar lagi, aku udah janji akan memberikannya di bulan Desember ini, hanya tinggal sebulan lagi pa T.T kenapa papa ga sabar????

Sesak terasa sejak aku dapat kabar itu, aku ga yakin, aku ga percaya itu semua terjadi. Hari Selasa, 23 November 2010 aku pulang ke Pangururan, ntah kenapa aku mengulur-ngulur waktu, papa udah bilang “pulanglah nanti kemalaman nyampe rumah”. Rasa-rasanya aku malas banget untuk pulang, tapi biar bagaimana pun aku tetap mikirin pekerjaanku, karena aku udah ijin 2 hari. Akhirnya jam 11.00 Wib aku pulang. Aku salam papa, padahal biasanya aku jarang melakukan itu, bahkan kalau aku dirumah mau ijin keluar kerja selalu ijin sama mama aja, walaupun ada papa di rumah, sama sekali aku ga pernah ijin ama papa T.T Aku salam papa aku bilang “aku pulanglah ya pa, papa cepat sembuh ya”, papa hanya mengangguk. Sampai di terminal aku naik bus, aku pun duduk, tiba-tiba ada seorang pria setengah baya naik ke bus dan mirip sekali dengan papa, aku sempat kaget kenapa papa ikut naik bus? Namun ketika sudah dekat denganku aku perhatikan lagi, sama sekali gada miripnya. Ntahlah, aku tidak begitu mengerti saat itu, selama perjalanan pulang pun aku selalu membayangkan wajah papa.

Rabu aku check terus keadaan papa by phone, aku tanyain mama terus dan bilang ama mama supaya tanyain dokternya apa yang harus dilakukan, perlu operasi atau apa tindakan selanjutnya. Tapi katanya belum, masih melihat perkembangan. Kamis pagi sekitar pukul 08.30 Wib hp ku berbunyi Papa calling….terus aku angkat “halo ma” (karena yang megang hp papa selama sakit mama), eh ternyata yang jawab papa “papa ini, gimana pendaftaran cpns abangmu itu? Nomor urut berapa dia”. Aku sempat kesal ama papa, aku bilang “ya ampun pa, kenapa mikirin itu dulu, sakit papa udah gimana? Apa kata dokter? Ada sakit lain selain jantung? Nanti kutanyain abang itu nomor urut berapa. Papa jangan banyak pikiran dululah yang penting sembuh dulu papa”. “Iya ini udah mendingan kok”, kata papa.

Saat itu aku sempat senang, karena dalam pikiranku semua akan baik-baik saja, penyakit jantung bisa sembuh kok, ga separah yang aku duga, buktinya papa hanya dikasih obat doang udah mendingan sekarang. Aku pun sudah bisa tertawa di kantor, seakan lepas semua beban. Siang sekitar jam 11.00 Wib seorang teman menelepon aku katanya “Ester dengar-dengar kau sakit?”, “bukan aku yang sakit, papa”, “ oh gitu, jadi kau masih di Medan?”, “ga, udah di Pangururan”, “kapan lagi ke Medan, datanglah kau”, “iya aku pasti ke Medan lagi kok, karena kayaknya papa masih lama di rawat di situ, awal bulan Desember lah aku kesana lagi”. Ternyata udah ga sempat lagi aku ke sana, aku ga ke RS lagi untuk mengunjungi papa. Sekitar pukul 13.00 Wib aku di telp tante katanya “Nakku, kau dimana? Cepat ke Medan sekarang ya, papa lagi kritis”. Aku shock, tadi pagi papa masih telp aku, malah bilang mendingan, dimana letak mendingannya pa? Papa bohong T.T atau sebenarnya papa hanya ingin mendengar suaraku untuk terakhir kalinya, dan papa hanya sekedar cari topik pembicaraan tentang abang sepupu yang mau ngambil cpns???? T.T

Buru-buru aku cabut dari kantor langsung menuju kosan untuk ngambil pakaianku, sampai di kosan aku cepat-cepat ngambil baju dan mengganti rok aku dengan celana jeans. Keluar dari kosan menunggu teman yang akan mengantarku ke terminal, masih sekitar 10 meter dari kosan, hp ku bunyi Papa calling, “halo?” dan aku hanya mendengar suara tangis mama di seberang sana, “ma, kenapa, tenang dulu mama, kenapa ma?” tetap gada jawaban hanya isak tangis, sampai akhirnya ada yang jawab dari sana katanya teman satu kamar papa di RS, “inang, ini teman 1 kamar Bapak, yang kuat yah, Bapak udah gada lagi, dokter udah berusaha tolong kok”. Seketika itu juga air mataku tumpah, aku ga peduli orang-orang yang hilir mudik di jalan melihatku terheran-heran. Mungkin ini hanya mimpi, yah ini hanya mimpi mereka bohong, mereka semua bohong, dokternya juga bohong itu….aku ga yakin mereka menolong papa.

Aku diantar teman naik motor dan sepanjang jalan aku masih saja menangis, aku ditelp seorang keluarga, katanya “ga usah ke Medan yah, langsung aja ke Ambarita”. Di dalam angkot banyak yang telp dan sms, tapi tetap aja itu semua ga menghentikan tangisku dan semua rasa sesak ini, malah semakin menjadi-jadi air mataku keluar. Sampai rumah sudah banyak orang yang datang, adek-adekku pun menangis, yang bisa kami lakukan hanya berpelukan, berharap kami bisa kuat dan masih berharap ini semua hanya mimpi. Mayat papa masih di medan, dan akan sampai di Samosir pukul 22.00 Wib dengan menggunakan kapal ferry trip terakhir. Kata sepupuku aku harus kuat dan bisa menguatkan mama, karena mama pingsan terus waktu di RS. Rasanya menunggu pukul 22.00 Wib sejak pukul 14.30 sangat lama….amat sangat lama malah…semakin dekat waktunya semakin banyak orang yang datang ke rumah. Kira-kira setengah jam sebelum kedatangan mayat papa aku di telp Pendeta dan bilang “Ester kau anak pertama, amang tahu ini berat, tapi usahakan kau yang menguatkan mama dan adik-adikmu, untuk itu amang harap kau jangan nangis begitu Bapak sampai yah, kau harus janji dan kau langsung doakan mama dan juga Bapak”, “iya amang, aku janji”. Yah begitu ambulance yang membawa mayat Papa sampai di rumah aku peluk mama, aku doakan dia, aku berjuang dan berusaha keras untuk menahan air mataku. Aku lihat papa udah dimasukin ke peti mati, aku hanya bisa menahan kesesakan dan air mataku yang selalu saja ingin tumpah. Demi memenuhi janji aku pun menangis tiap aku keluar atau ke kamar mandi, agar mama dan adik-adikku tidak melihatku menangis. Ntahlah apa dalam pikiran mama saat itu, mungkin dia berpikir aku ga sayang papa….yang benar aku sayang banget ama papa ma, tapi semua ga guna, karena aku baru sadar saat dia tidak ada T.T

Advertisement

12 Comments (+add yours?)

  1. Me
    Dec 16, 2010 @ 15:06:45

    Membaca . . .

    God bless’

    Reply

  2. Rudianto Sitanggang
    Dec 18, 2010 @ 13:30:06

    Hi Ester,

    God Bless You and the family…

    Reply

  3. Nyton arton
    Feb 05, 2011 @ 23:09:44

    Thanks..be strong. I hope to hear from you again. God bless.

    Reply

  4. hendy
    Feb 15, 2011 @ 16:04:32

    ya itulah kehidupan ester, perlu disesali tak ada gunanya. karena itu buatlah sebuah kebaikan yg membuat orang lain bahagia terutama keluarga.
    tetap semangat menjalani hari2 mu. Tuhan memberkatimu

    Reply

  5. Nyton Arton
    Mar 03, 2011 @ 08:05:09

    Hi ester..
    How are you doing? semoga sudah terhibur hendaknya dan kuatkan semangat selalu ya. FYI, saya salah satu pembaca blog ester dari Malaysia beragama kristian, amat terdorong sekali apabila membaca coretan yang menyebut tentang kebesaran Tuhan kita. Ya..kita tahu Tuhan Yesus Kristus adalah sang juruslamat dunia serta merupakan penghibur kita dikala kita berduka.
    Maka dengan itu kuatkan semangat menghadapi hari2mu, kita yakin dan percaya Tuhan akan memberi kebahagian kepada ester serta memberkati keluarga ester dihari yang mendatang.

    Wish you all the best always and God bless.

    Thanks.

    Reply

  6. Nyton Arton
    Mar 07, 2011 @ 16:28:07

    thanks a lot Ester…
    have a good day and happy working, GBU too.

    Reply

  7. Matahari Tengah Malam
    Mar 16, 2011 @ 15:47:14

    Bah, ga sadar airmataku mengalir deras..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.