Hanya ingin berkesah

Dear reader, aku ga tahu pengen cerita ama siapa, tentang semua apa yang aku rasa. Terasa sesak jiwaku menyimpannya sendiri. Ntah mengapa perasaan ini sepertinya semakin hari semakin membencinya, dia yang adalah keluargaku sendiri, dia orangtuaku sendiri, bapakku. Mungkin rasa ini bukan milikku seorang, aku benci karena dia tidak pernah berubah dari sifatnya yang sangat buruk. Aku ga tahan lihat penderitaan yang dialami mama karena dia. Apapun berkat yang terjadi dalam keluargaku, tidak pernah disyukurinnya dan tidak pernah membuatnya menjadi berubah, menjadi sosok bapak yang membaggakan buat kami. Mulai dari kelahiran adikku satu-satunya lelaki, dimana dia telah menunggu selama 12 tahun, sampai aku dapat kerja di tempat yang sangat dia harapkan. Tapi apa??? Dia sama sekali tidak berubah. Salahkah aku jika aku semakin hari semakin membencinya? Melihat mama menderita, melihat adik-adikku menderita karena dia, aku tak tahan. Hanya kebencian yang kurasakan padanya.

7 Comments (+add yours?)

  1. Muhammad Joe Sekigawa
    Jul 01, 2010 @ 02:32:03

    Hmm…. Dear Ester,,,,
    Sangat laaaaamaaaaa sekali aku tidak mampir ke sini lagi ya,,,, :)

    Mungkin kebencian tidak akan menyelesaikan masalah, namun jika memang dirasa ayah Ester sangat jahat kepada mamah, mungkin peran keluarga di luar rumah ester sangat dibutuhkan,, mungkin paman, Om, Pak Dhe, atau siapalah yang bisa diandalkan untuk berdiskusi dengan ayah ester,,, Dan jangan lupa juga Ester selalu mendoakan untuk kesadaran beliau,,,, Namanya orang tua adalah harta paling berharga untuk kita,,,

    Semoga Ester bisa segera mendapatkan jalan keluar yang terbaik ya,,,

    Salam semangat selalu dari Bandung,,,, :)

    Reply

    • ester
      Jul 05, 2010 @ 13:14:41

      thx joe…spertinya banyak jalan yg telah ditempuh, tapi perubahan tetap tidak ada…. :-( yah hanya doa satu-satunya yg bisa dilakukan….

      Reply

  2. xahara
    Jul 20, 2010 @ 14:19:44

    Doakan beliau diberi kesempatan untk berubah.

    Reply

  3. Pandaraman
    Jul 25, 2010 @ 18:31:23

    dulu kami mengalami hal ini, hanya dengan doa dan kasih yang mampu meluluh lantakkan kekerasan hatinya..
    semangatlah.. tunjukkan dirimu adalah seperti RATU ESTER, tetap bijak…
    GBU guys..

    Reply

  4. Meidy Runtupalit
    Sep 27, 2010 @ 20:32:40

    Kepahitan sering terletak di balik ketidaksanggupan kita untuk mengampuni dan diampuni, itu adalah perusak yang menolak adanya kedamaian dan kesejahtraan kita dan menghancurkan hubungan kita dengan Tuhan dan sesama kita, Sebagai anak-anak Allah, kita mempunyai kemampuan untuk mengampuni dan mencabut kepahitan dari hidup kita walaupun itu menyebabkan kita mengalami banyak kehilangan atau dipermalukan, karena jika kita tidak mengampuni maka kita tidak akan dapat mencintai.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 187 other followers